Melakukan Terobosan dalam Doa

DOA YANG MEMBUAT TEROBOSAN

Doa sering diibaratkan sebagai nafas orang percaya. Seperti halnya tubuh manusia yang sehat, salah satu pertanda yang dapat dilihat dengan kasat mata yaitu keadaan sistem pernafasannya. Bila tubuh seseorang sehat, maka sistem pernafasannya juga normal, lancar dan tidak tersendat, apalagi terputus-putus. Bahkan seseorang yang sedang meninggal dapat ditandai dengan tarikan nafas terakhirnya. Serupa dengan tubuh jasmani, begitupun tubuh rohani, jika seseorang berhenti berdoa, maka hal itu dapat menunjukkan gejala-gejala ambang kematian rohani. Seseorang pemercaya dapat “dilihat “ kondisi tubuh rohaninya dengan mengamati kehidupan doanya.

Doa yang benar adalah doa yang didengarkan oleh Allah, yaitu doa yang memasuki hadirat Allah, karena di dalam hadirat Allah itulah roh kita bertemu dengan Allah, dan di bawah kondisi ini kita bukan saja dapat menyampaikan permohonan-permohonan kita yang didorong oleh Roh Kudus, melainkan kita juga menerima kekuatan yang baru, urapan baru dan kuasa yang baru, bahkan hikmat, pewahyuan dan pengertian yang baru. Itulah sebabnya jika doa dilakukan dengan benar, maka roh kita selalu disegarkan oleh urapan-Nya; pelita kita senantiasa dituangi minyak yang baru, yang mempertahankan api Roh Kudus di dalam manusia roh kita tetap menyala.

Kita telah belajar, dan sudah memahami cara berdoa yang benar, yaitu: pertama, kita harus berdoa dalam kekudusan, sebab Allah itu kudus, dan kekudusan ini dapat kita peroleh lewat pengampunan dosa, setelah kita bertobat (Yes 59:1-3) dan melepaskan pengampunan (Mat 6:14,15), dan semua itu kita lakukan dalam nama Yesus Kristus, dan yang kedua adalah dengan mengarahkan segenap hati, segenap pikiran dan konsentrasi  kita kepada Bapa Surgawi yang kepada-Nya kita sedang berdoa. Dengan kedua langkah pokok tersebut kita dapat memasuki hadirat Allah dengan rasa rindu, cinta dan kasih yang besar kepada-Nya, maka Bapa yang sempurna akan menyambut kita dengan rasa rindu-Nya, dengan cinta-Nya dan kasih-Nya yang sangat mendalam. Namun ada kalanya tidak semudah itu kita dapat memasuki hadirat-Nya, terkadang ada “sedikit” hambatan untuk memasuki hadirat-Nya, dan saat ini kita akan belajar bagaimana melakukan terobosan doa yang mengalami “sedikit hambatan” itu.

Kitab Daniel pasal 10 mencatat bagaimana “seorang” utusan Sorga menemui Daniel menyampaikan pesan TUHAN (Dan 10:4-21). Tetapi di ayat (13) utusan tersebut mengatakan kepada Daniel, bahwa perjalanannya terhambat oleh “Pemimpin kerajaan Persia” dan “raja-raja Persia” yang menghadang perjalanannya, dan dia harus bertempur terlebih dahulu dengan penguasa-penguasa udara Persia, dengan dibantu oleh malaikat Mikhael. Ayat (13) ini memberitahu kita bahwa penguasa-penguasa udara, penghulu-penghulu udara yang jahat dapat menghalangi doa-doa orang percaya. Karena itulah terkadang pada waktu kita berdoa, bahkan apabila sudah kita awali dengan cara yang benar, yaitu berdoa dengan kekudusan dan berdoa dengan segenap hati, tetapi ternyata tidak mudah bagi kita untuk segera memasuki hadirat-Nya. Belajar dari kisah utusan Sorga yang diutus untuk Daniel tersebut, maka di bawah keadaan itu kita perlu : BERPERANG !!

Di awal doa, dan bisa juga ditengah-tengah doa, kita perlu berperang, memerangi penghalang-penghalang, yaitu penguasa-penguasa jahat di udara yang berusaha memblokir doa-doa kita, yang menyebabkan rasa kantuk yang berat ketika sedang berdoa, kita lakukan dengan doa peperangan dan juga doa bahasa Roh untuk peperangan, sampai atmosfir di atas kita, dan di sekitar kita menjadi bersih kembali. Jika utusan Sorga (Dan 10:4-21) berperang dengan dibantu oleh para malaikat termasuk Mikhael, maka kita pun boleh melakukan hal yang sama, meminta bantuan malaikat-malaikat Sorga di bawah pimpinan Mikhael, itulah sebabnya kita perlu juga berdoa dengan berbahasa Roh, ialah bahasa yang dipahami malaikat Surgawi. Berhasilnya kita memasuki hadirat Allah menunjukkan kemenangan peperangan kita, menunjukkan bahwa kita telah melakukan doa terobosan.

Biarlah setiap hari kita senantiasa dapat berdoa dan memasuki hadirat Allah, karena itu kita perlu berperang dalam doa kita. Tuhan Yesus memberkati.

Abraham Hari Endarwanto.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s